Langsung ke konten utama

V CLASS OLAH DATA STATISTIKA

SOAL DISTRIBUSI FREKWENSI


1. Sebutkan definisi: 
    a) distribusi frekwensi :
Pengelompokan data dalam beberapa kelas sehingga ciri-ciri penting data                                                  tersebut dapat segera terlihat.

    b) frekwensi     : Yaitu banyaknya pemunculan data.

2. Sebutkan singkatan dari TDF!

    TDF adalah singkatan dari Tabel Distribusi Frekwensi.


3. Gambarkan bentuk umum TDF!

n=banyaknya data
fi=frekuensi pada kelas ke-i






4. Pada contoh 1 (list usia), 
     a) ada berapa banyak data? (n =?)  =
50
     b) Berapa nilai data terkecil? Dan berapa nilai data terbesar? 16,nilai data terbesar = 63     c) berapa range (selisih nilai data terbesar dengan data terkecil)? 63-16=47

5. Dari contoh 1 dibangun 3 TDF.

     -TDF 1 mempunyai berapa kelas? (berapa besar interval tiap kelas?)5 kelas,interval = 11
     -TDF 2 mempunyai berapa kelas? (berapa besar interval tiap kelas?)7 kelas,interval = 7     -TDF 3 mempunyai berapa kelas? (berapa besar interval tiap kelas?)6 kelas,interval = 8


6. Sebutkan prinsip peanmbentukkan Tabel Distribusi Frekuensi

  • Tentukan banyaknya kelas  jangan  terlalubanyak/sedikit.
  • Tentukan interval/selang kelas semua data harus bisa dimasukan dalam kelas-kelas TDF,tidak ada yang tertinggal dan satu data hanya dapat dimasukkan ke dalam satu kelas,tidak terjadi OVERLAPPING.
  • Sorting data,lazimnya Ascending,mulai dari nilai terkecil(minimal),agar range data diketahui dan mempermudah perhitungan frekwensi tiap kelas.Range,selisih nilai terbesar dengan terkecil

7. Penentuan Banyak Kelas dan Interval Kelas
    a) Sebutkan rumus menentukan banyaknya kelas yang ideal 

         Aturan Sturges : pembulatan ke atas atau kebawah (celling / floor)

         k = 1 + 3.332 log n                                 k=banyak kelas, n =banyak data
    b) Sebutkan rumus menentukan interval kelas yang ideal

         i=r/k             i=interval kelas, k=banyak kelas, r=range data

8. a) Berapa  banyak kelas ideal pada list usia contoh 1 bila menggunakan fungsi ceiling, dan berapa           interval kelas idealnya?

       k = 1 + 3.322 log 50
       k = 1 + 3.322(1.6989..)
       k = 1 + 5.6439..
       k = 6.6439
       dengan ceiling,maka k = 7
       i = r/k
       i = 47/6
       i = 7.8333
       i = 8

     b) Berapa  banyak kelas ideal pada list usia contoh 1 bila menggunakan fungsi floor, dan berapa               interval kelas idealnya?

        k = 1 + 3.322 log 50
        k = 1 + 3.322 log ((1.6989..)
        k = 1 + 5.6439..
        k = 6.6439
        dengan floor,maka k = 6
        i = r/k
        i = 47/6
        i = 7.8333
        i = 8

9. a) Buatlah Tabel Distribusi Frekuensi Relatif dari TDF 3







    b) Buatlah Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif  (TDFK) kurang dari (<)  pada TDF3












         c. Buatlah Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif  (TDFK) lebih dari  (>)  pada  TDF3














https://www.google.co.id/search?q=bentuk+umum+tabel+distribusi+frekuensi&safe=strict&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjugrLH8LfeAhXLK48KHadTCf4Q_AUIDigB&biw=1366&bih=626#imgrc=bPni6T4U0NJh1M:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Delegasi Wewenang dan Sentralisasi vs Desentralisasi

DELEGASI WEWENANG Pendelegasian wewenang merupakan sesuatu yang vital dalam organisasi kantor. Atasan perlu melakukan pendelegasian wewenang agar mereka bisa menjalankan operasi manajemen dengan baik. Selain itu, pendelegasian wewenang adalah konsekuensi logis dari semakin besarnya organisasi. Bila seorang atasan tidak mau mendelegasikan wewenang, maka sesungguhnya organisasi itu tidak butuh siapa-siapa selain dia sendiri.Bila atasan menghadapi banyak pekerjaan yang tak dapat dilaksanakan oleh satu orang, maka ia perlu melakukan delegasi. Pendelegasian juga dilakukan agar manajer dapat mengembangkan bawahan sehingga lebih memperkuat organisasi, terutama di saat terjadi perubahan susunan manajemen. SENTRALISASI VS DESENTRALISASI Berdasarkan pemikiran di atas, maka kedepan Indonesia harus melakukan relokasi kekuasaan dari negara ke unit-unit pemerintahan yang lebih kecil, karena itu sudah merupakan kehendak jaman. Model sentralistis yang selama diprektekkan oleh pemerintah tidak...

Kasus Delegasi Wewenang

Kasus Delegasi Wewenang Pendelegasian wewenang merupakan sesuatu yang vital dalam organisasi kantor. Atasan perlu melakukan pendelegasian wewenang agar mereka bisa menjalankan operasi manajemen dengan baik. Selain itu, pendelegasian wewenang adalah konsekuensi logis dari semakin besarnya organisasi. Bila seorang atasan tidak mau mendelegasikan wewenang, maka sesungguhnya organisasi itu tidak butuh siapa-siapa selain dia sendiri.Bila atasan menghadapi banyak pekerjaan yang tak dapat dilaksanakan oleh satu orang, maka ia perlu melakukan delegasi. Pendelegasian juga dilakukan agar manajer dapat mengembangkan bawahan sehingga lebih memperkuat organisasi, terutama di saat terjadi perubahan susunan manajemen. Yang penting disadari adalah di saat kita mendelegasikan wewenang kita memberikan otoritas pada orang lain, namun kita sebenarnya tidak kehilangan otoritas orisinilnya. Ini yang sering dikhawatirkan oleh banyak orang. Mereka takut bila mereka melakukan delegasi, mereka kehil...

Struktur dan Hubungan Tata Kelola Perusahaan Kalbe

Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (Undang-undang Perseroan Terbatas), organ Perusahaan terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, dan Direksi. RUPS melakukan pengambilan keputusan penting yang didasari pada kepentingan perusahaan, dengan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundangan yang berlaku. Pengelolaan Perseroan dilakukan oleh Direksi, sementara Dewan Komisaris melakukan pengawasan yang memadai terhadap kinerja pengelolaan perusahaan. Namun demikian, keduanya mempunyai tanggung jawab untuk memelihara kesinambungan usaha Perseroan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, Dewan Komisaris dan Direksi memiliki kesamaan persepsi terhadap visi, misi, dan nilai-nilai Perseroan. Untuk membantu pelaksanaan tugasnya, Dewan Komisaris dibantu oleh 4 (empat) Komite dan untuk membantu pelaksanaan tugas Direksi, telah dibentuk struktur organisasi yang efektif dan efisien.