Langsung ke konten utama

ADJECTIVE CLAUSE

ADJECTIVE CLAUSE  
  • Adjective clause is a grammar that consists of two words, adjective and clause. Adjective serves to explain the noun or pronoun. While the clause is a collection of two or more words that have the subject but not perfect so it can not be said of the sentence.
        So adjective clause is a collection of two or more words that functions as an            adjective. 

Dalam adjective clause atau sering disebut Relative Clause, kita akan mengenal induk kalimat dan anak kalimat, yaitu:

Main clause (independent clause) adalah sebuah klausa kalimat yang merupakan klausa utama yang akan dijelaskan oleh sub clause (anak kalimat).
 Sub clause (dependent clause) adalah kalimat yang memiliki pronoun atau frase yang menunjuk pada main noun induk kalimat (main clause).
  
Adjective clause could be a Relative Pronoun or Relative Adverb
 

Ø Relative Pronoun
Relative pronoun is the clause that begins with Who, Whom, Which, Whose and That. Which serves to explain or describe a noun or pronoun.

Ø Relative Adverb
Relative adverb is a clause that begins with the word Where, When and Why. that also serves to explain or describe a noun. 

 Relative Pronoun for Subject (who, which, that)
Ex:The phone is mine : an independent clause

It is on the table : an adjective clause

The phone which is on the table is mine.

Relative Pronoun for Object (whom, which, that) Pronoun yang berfungsi sebagai object of verb.

Relative Possessive/ Kepemilikan (whose, of which)
Whose is used to denote a possession person or object in a sentence, which has the same meaning as the possessive adjective (his, her, its, Reviews their). 

 § Relative Adverb (where, when)

Where used to describe a place (such as a city, country, house, etc.) in the adjective clause.When used to describe the time (year, day, etc.) in the adjective clause.

Ex: I want to go to a place where the place has green scenery.

January is the month when I will celebrate my birthday.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kasus Delegasi Wewenang

Kasus Delegasi Wewenang Pendelegasian wewenang merupakan sesuatu yang vital dalam organisasi kantor. Atasan perlu melakukan pendelegasian wewenang agar mereka bisa menjalankan operasi manajemen dengan baik. Selain itu, pendelegasian wewenang adalah konsekuensi logis dari semakin besarnya organisasi. Bila seorang atasan tidak mau mendelegasikan wewenang, maka sesungguhnya organisasi itu tidak butuh siapa-siapa selain dia sendiri.Bila atasan menghadapi banyak pekerjaan yang tak dapat dilaksanakan oleh satu orang, maka ia perlu melakukan delegasi. Pendelegasian juga dilakukan agar manajer dapat mengembangkan bawahan sehingga lebih memperkuat organisasi, terutama di saat terjadi perubahan susunan manajemen. Yang penting disadari adalah di saat kita mendelegasikan wewenang kita memberikan otoritas pada orang lain, namun kita sebenarnya tidak kehilangan otoritas orisinilnya. Ini yang sering dikhawatirkan oleh banyak orang. Mereka takut bila mereka melakukan delegasi, mereka kehil...

Manajemen Kalbe tbk

KALBE Berdiri pada tahun 1966, Kalbe telah jauh berkembang dari usaha sederhana di sebuah garasi menjadi perusahaan farmasi terdepan di Indonesia. Melalui proses pertumbuhan organik dan penggabungan usaha & akuisisi, Kalbe telah tumbuh dan bertransformasi menjadi penyedia solusi kesehatan terintegrasi melalui 4 kelompok divisi usahanya: Divisi Obat Resep (kontribusi 24%), Divisi Produk Kesehatan (kontribusi 17%), Divisi Nutrisi (kontribusi 29%), serta Divisi Distribusi and Logistik (kontribusi 30%). Keempat divisi usaha ini mengelola portofolio obat resep dan obat bebas yang komprehensif, produk-produk minuman energi dan nutrisi, serta usaha distribusi yang menjangkau lebih dari satu juta outlet di seluruh kepulauan Indonesia. Di pasar internasional, Perseroan telah hadir di negara-negara ASEAN, Nigeria, dan Afrika Selatan, dan menjadi perusahaan produk kesehatan nasional yang dapat bersaing di pasar ekspor. Sejak pendiriannya, Perseroan menyadari pentingnya inovasi untu...

Struktur Lini dan Staff

STRUKTUR LINI DAN STAF 1.Lini/garis(line organization) adalah  bentuk organisasi yang didalamnya tedapat garis wewenang yang berhubungan langsung secara vertikal antara atasan dengan bawahan. Setiap kepala unit mempunyai tanggung jawab untuk melaporkan kepada kepala unit satu tingkat diatasnya.D alam pembagian tugas serta  wewenang terdapat perbedaan yang nyata antara satuan organisasi pimpinan dengan satuan organisasi pelaksana. Ciri-cirinya : Jumlah karyawannya sedikit, Selain top manajer, manajer dibawahnya hanya sebagai pelaksana, Sarana dan prasarananya terbatas, Hubungan atasan dan bawahan bersifat langsung, Bentuk lini pada perusahaan perseorangan, pemilik perusahaan adalah sebagai top manajer. Kebaikan Dan Keburukannya Kebaikan Atasan dan bawahan dihubungkan dengan satu garis komando, Rasa solidaritas dan spontanitas seluruh anggota organisasi besar, Proses  decision making  berjalan cepat, Disiplin dan loyalitas tinggi, Ras...